Makalah Sosiologi Hutan Medan, September 2019
KOMUNITAS
ARMY SE-INDONESIA
Dosen Pembimbing :
Dr. Agus Purwoko, S.Hut., M.Si
Oleh :
Yusni Sari Putri
71201006
MNH 5
PROGRAM STUDI KEHUTANAN
FAKULTAS KEHUTANAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
2019
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dinamika kehidupan masyarakat mengalami perkembangan
yang sangat pesat. Akulturasi budaya dengan
sentuhan teknologi informasi merupakan fenomena pendorong perubahan
tersebut. Kebebasan personal dalam menyampaikan ide, kritik, saran dan bahkan “hujatan” sering
dijumpai setiap jam dan hari melalui berbagai varian media yang digunakan.
Perkembangan teknologi informasi membawa sebuah
perubahan dalam masyarakat. Lahirnya media sosial menjadikan pola perilaku
masyarakat mengalami pergeseran baik budaya, etikan dan norma yang ada.
Indonesia dengan jumlah penduduk yang besar dengan berbagai kultur suku, ras
dan agama yang beraneka ragam memiliki banyak sekali potensi perubahan sosial.
Dari berbagai kalangan dan usia hampir semua masyarakat Indonesia memiliki dan
menggunakan media sosial sebagai salah satu sarana guna memperoleh dan
menyampaikan informasi ke publik.
Kemajuan teknologi saat ini semakin pesat sehingga mempermudah budaya
asing untuk masuk ke Indonesia seperti masuknya budaya korea. Tidak jarang para
remaja menghabiskan waktunya untuk menoonton konser K-pop bahkan sampai
teriak-teriak dan tidak bisa mengendalikan emmosinya. Kelompok penggemar
tersebut terbagi berdasarkan fans club atau biasa disebut fandom setiap masing-masing
Idol. Bagi orang-orang yang menyukai K-Pop, fandom
K-Pop adalah sesuatu yang besar. Mereka memiliki nama masing-masing, warna tertentu untuk menunjukkan identitas mereka, dan bahkan diakui secara resmi oleh label atau manajemen yang menaungi idola kesayangan mereka
K-Pop adalah sesuatu yang besar. Mereka memiliki nama masing-masing, warna tertentu untuk menunjukkan identitas mereka, dan bahkan diakui secara resmi oleh label atau manajemen yang menaungi idola kesayangan mereka
Dalam sebuah fandom terdapat berbagai
komunitas-komunitas kecil di dalamnya.
Komuitas ini ada yang dibentuk berdasarkan daerah anggotanya maupun memang
komunitas yang dibangun untuk mempersatukan berbagai fans dari berbagai daerah.
Komunitas yang dibentuk berdasarkan daerah misalnya ARMY Surabaya, ARMY Malang,
dll. Sedangkan komunitas yang yang menyatukan fans dari berbagai daerah seperti
BTS ARMY INDONESIA.
BAB II
ISI
2.1
Sejarah Terbentuknya ARMY
BTS (Bangtan
Sonyeondan) debut sebagai Idol dikenal juga dengan sebutan Bangtan boys. BTS
dibentuk oleh BigHit Entertaiment pada tahun 2010. Grup ini resmi debut pada
tanggal 13 juni 2013 dengan lagu utama pertama mereka yang bejudul “No More
Dream” serta album pertama mereka yaitu
“2 Cool 4 Skool”. Pada tahun 2017 BTS mengganti nama iternasional mereka dari yang semula bernama Bangtan Boys menjadi Beyond The Scene. Namun, dikorea mereka tetaplah Bangtan Sonyeondan. Yang berubah itu hanyalah nama internasional mereka, logo BTS pun berubah. BTS beranggotakan 7 pria tampan asal Korea Selatan. Pri-pria tersebut sudah banyak melewati masa sulit saat trainee dan saat sebelum masa keemasan BTS.
“2 Cool 4 Skool”. Pada tahun 2017 BTS mengganti nama iternasional mereka dari yang semula bernama Bangtan Boys menjadi Beyond The Scene. Namun, dikorea mereka tetaplah Bangtan Sonyeondan. Yang berubah itu hanyalah nama internasional mereka, logo BTS pun berubah. BTS beranggotakan 7 pria tampan asal Korea Selatan. Pri-pria tersebut sudah banyak melewati masa sulit saat trainee dan saat sebelum masa keemasan BTS.
Selain logo, nama fandom BTS juga
identik dengan kemiliteran, yaitu ARMY. Saat Big Hit merilis nama fandom pada
tanggal 9 Juli 2013, banyak yang mengira bahwa ARMY artijya “Armor Military”
Karena cocok dengan nama BTS. Namun ternyata ARMY adalah singkatan dari Adorable Representative MC for Youth.
Didunia hiphop, MC(emcee) adalah istilah yang dipakai memanggil rapper, dan
nama ARMY yang berarti tentara dalam bahasa inggris sangat lekat hubungannya
dengan konteks “bulletproof”, tetapi
jika dilihat dari sudut pandang yang berbeda, Adorable Representative MC
for Youth memiliki makna yang sangat dalam, sama sperti makna lain dari BTS.
ARMY bias memiliki arti bahwa fans BTS adalah representative atau
perwakilan dari generasi muda yang
menyenangkan, bersemangat dan penuh dengan passion.
2.2
Struktur Sosial
Struktur sosial adalah kumpulan individu serta
pola perilakunya. Suatu kumpulan invidu yang mana didalamnya teerdapat pola
perilaku yang mampu menyambungkan hubungan baik pada masyarakat dalam kehidupan
sehari-hari. Adapun struktur sosial yang terdapat di komunitas ini ada
leader/creator, co-leader, dan curator.
Leader/creator
merupakan pemimpin tertinggi di didalam aplikasi tersebut keberadaan leader ini
cukup penting dalam menggerakkan para anggota untuk mulai menulis. Co-leader
bertugas sebagai memberikan ide-ide untuk bahan diskusi anggota komunitas ini.
Curator tugasnya disini untuk mendesain ide-ide yang sudah diterima untuk
dikerjakan terus dibahas bersama layak tidaknya desain tersebut dipublish. Pada
aplikasi leader mengajak para anggotanya untuk ikut menulis artikel. Tulisan
yang sudah ditulis oleh para anggota nantinya akan diperiksa lagi lebih lanjut
oleh leader untuk bisa dipost diaplikasi BAIA.
2.3
Nilai Sosial
Nilai
sosial adalah nilai yang dianut oleh suatu masyarakat, mengenai apa yang
dianggap baik dan apa yang dianggap buruk oleh masyarakat. Fanatisme
penggemar BTS, Army, kepada idolanya, ternyata tidak dibarengi dengan sikap
sportif. Hal itu diketahui ketika ada salah satu penggemar BTS keturunan Afrika-Amerika yang mencoba untuk bergabung dengan grup penggemar BTS di media
sosial. Diberitakan Hollywood Life, salah satu penggemar mereka yang merupakan
keturunan Afro-Amerika, Jenna Woid, mengaku menjadi korban rasisme dari
sebagian penggemar BTS di medsos. Berharap ingin menambah sahabat dan
komunikasi dengan sesama penggemar BTS, dia justru mendapat perlakuan tidak
baik.
Berdasarkan observasi
awal yang dilakukan oleh peneliti di beberapa grup chat dan acara-acara ARMY
yang diadakan oleh fanbase BTS di Bandung, kebanyakan fans adalah remaja putri
atau dewasa awal yang berusia rata-rata 18 sampai 24 tahun. Mereka banyak membicarakan
segala kegiatan yang dilakukan oleh BTS kepada teman-temannya. Hanya yang
menjadi menarik oleh peneliti, ada salah seorang ibu berinisial I berusia 40
tahun yang juga menjadi seorang ARMY disaat kebanyakan fansnya adalah dari
kalangan yang lebih muda darinya. I banyak berteman dengan anak-anak yang masih
muda dan sering dipanggil Mama ARMY. Tidak hanya itu, I juga membuat kedua
anaknya menjadi fans dari BTS juga.
BAB III
KESIMPULAN
1.
BTS (Bangtan Sonyeondan) debut sebagai Idol
dikenal juga dengan sebutan Bangtan boys. BTS dibentuk oleh BigHit Entertaiment
pada tahun 2010. Grup ini resmi debut pada tanggal 13 juni 2013 dengan lagu
utama pertama mereka yang bejudul “No More Dream” serta album pertama mereka
yaitu “2 Cool 4 Skool”.
2.
Nama fandom BTS juga identik dengan
kemiliteran, yaitu ARMY. Saat Big Hit merilis nama fandom pada tanggal 9 Juli
2013, banyak yang mengira bahwa ARMY artijya “Armor Military” Karena cocok
dengan nama BTS. Namun ternyata ARMY adalah singkatan dari Adorable Representative MC for Youth.
3.
Struktur sosial adalah kumpulan individu serta
pola perilakunya. Suatu kumpulan invidu yang mana didalamnya teerdapat pola
perilaku yang mampu menyambungkan hubungan baik pada masyarakat dalam kehidupan
sehari-hari.
4.
Adapun struktur sosial yang terdapat di
komunitas ini ada leader/creator, co-leader, dan curator.Leader/creator
merupakan pemimpin tertinggi di didalam aplikasi tersebut keberadaan leader ini
cukup penting dalam menggerakkan para anggota untuk mulai menulis.
DAFTAR
PUSTAKA
Barker, C. 2011.
Cultural Studies: Teori dan Praktik.perbedaa Bantul: KREASI WACANA.
Jung, S. (2011).
Korean masculinities and Transcultural Consumption: Yonsama, Rain, Oldboy,
K-Pop Idols. Hong Kong: Hong Kong University Press.
Park, I. J. K.
(2007). Enculturation of Korean-American adolescents within familial and
cultural contexts: The mediating role of ethnic identity. Family Relations.
Vol. 56, Iss. 4; pg. 403-413.
Abidin, Yunus.
(2010). Strategi Membaca Teori dan Pembelajaranya. Bandung:
Risqi Press.
Bungin, M. Burhan. (2009). Sosiologi Komunikasi: Teori, Paradigma, dan Diskursi
Teknologi Komunikasi di Masyarakat. Jakarta: Kencana.
Herdiansyah,
Haris. (2010). Metodologi Penelitian Kuantitatif. Jakarta: Salemba Humanika

indahnya fandom ini
ReplyDeleteMakasihhh.. Sgt bermanfaat
ReplyDeleteapakah perubahan sosial mempengaruhi nilai sosial ?
ReplyDeletemenurut saya sangat berpengaruh
DeleteSangat bermanfaat untuk pembaca
ReplyDeleteterimaksih
DeleteTerimakasih. Sangat bermanfaat
ReplyDeleteiya dong terimakasih
DeleteCeunah sekali ka
ReplyDeleteSangat bermanfaat
ReplyDeleteterimaksih
DeleteAku ARMY loh... salam kenal kakak :)
ReplyDelete