Wednesday, October 2, 2019

SOSIOLOGI HUTAN


Makalah Sosiologi Hutan                                              Medan,  September 2019
                                      KOMUNITAS ARMY SE-INDONESIA
Dosen Pembimbing :
Dr. Agus Purwoko, S.Hut., M.Si

Oleh :
Yusni Sari Putri
71201006
MNH  5


                       



                                                                                                


 

















PROGRAM STUDI KEHUTANAN
FAKULTAS KEHUTANAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
2019




BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Dinamika kehidupan masyarakat mengalami perkembangan yang sangat pesat. Akulturasi budaya dengan  sentuhan teknologi informasi merupakan fenomena pendorong perubahan tersebut. Kebebasan personal dalam menyampaikan ide,  kritik, saran dan bahkan “hujatan” sering dijumpai setiap jam dan hari melalui berbagai varian media yang digunakan.
Perkembangan teknologi informasi membawa sebuah perubahan dalam masyarakat. Lahirnya media sosial menjadikan pola perilaku masyarakat mengalami pergeseran baik budaya, etikan dan norma yang ada. Indonesia dengan jumlah penduduk yang besar dengan berbagai kultur suku, ras dan agama yang beraneka ragam memiliki banyak sekali potensi perubahan sosial. Dari berbagai kalangan dan usia hampir semua masyarakat Indonesia memiliki dan menggunakan media sosial sebagai salah satu sarana guna memperoleh dan menyampaikan informasi ke publik.
Kemajuan teknologi saat ini  semakin pesat sehingga mempermudah budaya asing untuk masuk ke Indonesia seperti masuknya budaya korea. Tidak jarang para remaja menghabiskan waktunya untuk menoonton konser K-pop bahkan sampai teriak-teriak dan tidak bisa mengendalikan emmosinya. Kelompok penggemar tersebut terbagi berdasarkan fans club atau biasa disebut fandom setiap masing-masing Idol. Bagi orang-orang yang menyukai K-Pop, fandom
K-Pop adalah sesuatu yang besar. Mereka memiliki nama masing-masing, warna tertentu untuk menunjukkan identitas mereka, dan bahkan diakui secara resmi oleh label atau manajemen yang menaungi idola kesayangan mereka
Dalam sebuah fandom terdapat berbagai komunitas-komunitas kecil di  dalamnya. Komuitas ini ada yang dibentuk berdasarkan daerah anggotanya maupun memang komunitas yang dibangun untuk mempersatukan berbagai fans dari berbagai daerah. Komunitas yang dibentuk berdasarkan daerah misalnya ARMY Surabaya, ARMY Malang, dll. Sedangkan komunitas yang yang menyatukan fans dari berbagai daerah seperti BTS ARMY INDONESIA.







BAB II
ISI
2.1  Sejarah Terbentuknya ARMY
            BTS (Bangtan Sonyeondan) debut sebagai Idol dikenal juga dengan sebutan Bangtan boys. BTS dibentuk oleh BigHit Entertaiment pada tahun 2010. Grup ini resmi debut pada tanggal 13 juni 2013 dengan lagu utama pertama mereka yang bejudul “No More Dream” serta album pertama mereka yaitu
“2 Cool 4 Skool”. Pada tahun 2017 BTS mengganti nama iternasional mereka dari yang semula bernama Bangtan Boys menjadi Beyond The Scene. Namun, dikorea mereka tetaplah Bangtan Sonyeondan. Yang berubah itu hanyalah nama internasional mereka, logo BTS pun berubah. BTS  beranggotakan 7 pria tampan asal Korea Selatan. Pri-pria tersebut sudah banyak melewati masa sulit saat trainee dan saat sebelum masa keemasan BTS.
            Selain logo, nama fandom BTS juga identik dengan kemiliteran, yaitu ARMY. Saat Big Hit merilis nama fandom pada tanggal 9 Juli 2013, banyak yang mengira bahwa ARMY artijya “Armor Military” Karena cocok dengan nama BTS. Namun ternyata ARMY adalah singkatan dari Adorable Representative MC for Youth. Didunia hiphop, MC(emcee) adalah istilah yang dipakai memanggil rapper, dan nama ARMY yang berarti tentara dalam bahasa inggris sangat lekat hubungannya dengan konteks “bulletproof”, tetapi  jika dilihat dari sudut pandang yang berbeda, Adorable Representative MC for Youth memiliki makna yang sangat dalam, sama sperti makna lain dari BTS. ARMY bias memiliki arti bahwa fans BTS adalah representative atau perwakilan  dari generasi muda yang menyenangkan, bersemangat dan penuh dengan passion.

2.2 Struktur Sosial
 Struktur sosial adalah kumpulan individu serta pola perilakunya. Suatu kumpulan invidu yang mana didalamnya teerdapat pola perilaku yang mampu menyambungkan hubungan baik pada masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Adapun struktur sosial yang terdapat di komunitas ini ada leader/creator, co-leader, dan curator.
Leader/creator merupakan pemimpin tertinggi di didalam aplikasi tersebut keberadaan leader ini cukup penting dalam menggerakkan para anggota untuk mulai menulis. Co-leader bertugas sebagai memberikan ide-ide untuk bahan diskusi anggota komunitas ini. Curator tugasnya disini untuk mendesain ide-ide yang sudah diterima untuk dikerjakan terus dibahas bersama layak tidaknya desain tersebut dipublish. Pada aplikasi leader mengajak para anggotanya untuk ikut menulis artikel. Tulisan yang sudah ditulis oleh para anggota nantinya akan diperiksa lagi lebih lanjut oleh leader untuk bisa dipost diaplikasi BAIA.

2.3 Nilai Sosial
          Nilai sosial adalah nilai yang dianut oleh suatu masyarakat, mengenai apa yang dianggap baik dan apa yang dianggap buruk oleh masyarakat. Fanatisme penggemar BTS, Army, kepada idolanya, ternyata tidak dibarengi dengan sikap sportif. Hal itu diketahui ketika ada salah satu penggemar BTS keturunan Afrika-Amerika yang mencoba untuk bergabung dengan grup penggemar BTS di media sosial. Diberitakan Hollywood Life, salah satu penggemar mereka yang merupakan keturunan Afro-Amerika, Jenna Woid, mengaku menjadi korban rasisme dari sebagian penggemar BTS di medsos. Berharap ingin menambah sahabat dan komunikasi dengan sesama penggemar BTS, dia justru mendapat perlakuan tidak baik.

Berdasarkan observasi awal yang dilakukan oleh peneliti di beberapa grup chat dan acara-acara ARMY yang diadakan oleh fanbase BTS di Bandung, kebanyakan fans adalah remaja putri atau dewasa awal yang berusia rata-rata 18 sampai 24 tahun. Mereka banyak membicarakan segala kegiatan yang dilakukan oleh BTS kepada teman-temannya. Hanya yang menjadi menarik oleh peneliti, ada salah seorang ibu berinisial I berusia 40 tahun yang juga menjadi seorang ARMY disaat kebanyakan fansnya adalah dari kalangan yang lebih muda darinya. I banyak berteman dengan anak-anak yang masih muda dan sering dipanggil Mama ARMY. Tidak hanya itu, I juga membuat kedua anaknya menjadi fans dari BTS juga.




BAB III
KESIMPULAN
1.      BTS (Bangtan Sonyeondan) debut sebagai Idol dikenal juga dengan sebutan Bangtan boys. BTS dibentuk oleh BigHit Entertaiment pada tahun 2010. Grup ini resmi debut pada tanggal 13 juni 2013 dengan lagu utama pertama mereka yang bejudul “No More Dream” serta album pertama mereka yaitu “2 Cool 4 Skool”.
2.      Nama fandom BTS juga identik dengan kemiliteran, yaitu ARMY. Saat Big Hit merilis nama fandom pada tanggal 9 Juli 2013, banyak yang mengira bahwa ARMY artijya “Armor Military” Karena cocok dengan nama BTS. Namun ternyata ARMY adalah singkatan dari Adorable Representative MC for Youth.
3.      Struktur sosial adalah kumpulan individu serta pola perilakunya. Suatu kumpulan invidu yang mana didalamnya teerdapat pola perilaku yang mampu menyambungkan hubungan baik pada masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
4.      Adapun struktur sosial yang terdapat di komunitas ini ada leader/creator, co-leader, dan curator.Leader/creator merupakan pemimpin tertinggi di didalam aplikasi tersebut keberadaan leader ini cukup penting dalam menggerakkan para anggota untuk mulai menulis.





DAFTAR PUSTAKA
Barker, C. 2011. Cultural Studies: Teori dan Praktik.perbedaa Bantul: KREASI WACANA.


Jung, S. (2011). Korean masculinities and Transcultural Consumption: Yonsama, Rain, Oldboy, K-Pop Idols. Hong Kong: Hong Kong University Press.

Park, I. J. K. (2007). Enculturation of Korean-American adolescents within familial and cultural contexts: The mediating role of ethnic identity. Family Relations. Vol. 56, Iss. 4; pg. 403-413.
Abidin, Yunus. (2010). Strategi Membaca Teori dan Pembelajaranya. Bandung:

Risqi Press. Bungin, M. Burhan. (2009). Sosiologi Komunikasi: Teori, Paradigma, dan Diskursi Teknologi Komunikasi di Masyarakat. Jakarta: Kencana.

Herdiansyah, Haris. (2010). Metodologi Penelitian Kuantitatif. Jakarta: Salemba Humanika




12 comments:

Penilaian Hutan

Makalah Penilaian Hutan                                                          Medan,         Oktober   2019                         ...